Rabu, 10 Oktober 2012

Statistika Ekonomi II


I.  PENDAHULUAN


1.1.    Pengertian Statistik
Pada awalnya pengertian statistik hanyalah menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan pemerintah suatu negara, yaitu berupa kumpulan angka mengenai jumlah penduduk, pendapatan masyarakat dan angka-angka lain yang perlu bagi pemerintah. Jumlah penduduk perlu diketahui sebagai petunjuk dalam penempatan besarnya pajak serta untuk mengetahui kekuatan militer, cadangan pangan dan lain-lain.
Sehubungan dengan bidang yang  tangani oleh pemerintah semakin bertambah luas, maka angka-angka dan keterangan yang diperlukan pemerintah bertambah banyak. Bagi negara kita yang sedang berkembang, terasa sekali kebutuhan akan hasil penelitian ilmiah sehingga sangat perlu adanya pelajaran statistik. Ini tidak mengherankan karena untuk memperlancar jalanya pembangunan perekonomian perlulah data dari waktu kewaktu dianalisa dan dipelajari untuk kemudian dipergunakan untuk meramal keadaan yang akan datang. Dalam hal ini statistik memegang peranan penting sebagai alat penolong yang mengakibatkan pengertian statistik mengalami perkembangan juga.
Penekanan arti statistik bukanlah hanya pada hal-hal yang berhubungan dengan pemerintah saja melainkan merupakan kumpulan angka-angka yang menerangkan sesuatu untuk kemudian disusun dalam bentuk daftar yang teratur atau dilukiskan dalam bentuk grafik. Misalnya angka-angka mengenai jumlah produksi, harga barang-barang, jumlah kelahiran dan kematian, jumlah tenaga kerja dan sebagainya. Jadi apabila orang mendengar kata statistik, terbayanglah sekumpulan angka-angka.
Disamping statistik mempunyai pengertian seperti diatas, statistik juga merupakan suatu bilangan yang menunjukan sifat dari sekumpulan data. Misalnya terdapat sepuluh orang yang diterima untuk memasuki pendidikan militer. Bila setiap orang ditanyakan mengenai umur, tinggi badan, berat badaan untuk selanjutnya dihitung tinggi rata-rata dan seterusnya  maka bilangan yang diperoleh inipun merupakan statistik. Dengan demikian, dapat juga diartikan sebagai ukuran seperti rata-rata tersebut.

1.2.    Statistik  dan Statistika
Dari uraian-uraian diatas, dapatlah disimpulkan bahwa kata statistik telah dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan suatu hal biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Demikian umpanya kita mengenal : statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik produksi, statistik export-import,  statistik pertanian, statistik kesehatan dan lain-lainnya.
Kata statistik juga masih mengandung pengertian lain, yakni dipakai untuk menyatakan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data menenai suatu hal, seperti kita kenal kata-kata persen, rata-rata , median dan lain-lainya.
Apakah Statistik? Statistik adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, penyajian data (pembuatan tabel-tabel dan grafik), pengolahan data (mencari rata-rata, standar deviasi dan lain-lainnya), menganalisa data (melakukan penaksiran, prediksi, mencari asosiasi dan pembuatan kesimpulan terhadap populasi) dan pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data serta penganalisaan yang dilakukan.

1.3.    Statistika Diskriptif dan Statistika Induktif
Statistik yang hanya membahas pengumpulan, penyajian dan pengolahan data, dinamakan STATISTIKA DISKRIPTIF. Jika dibahas semuanya dengan penekanan  utama pada analisa data disebut STATISTIK INFERENSI atau STATISTIK INDUKTIF.
          Agar kedua pengertian tersebut menjadi lebih jelas dapatlah diberikan contoh sebagai berikut :

Misalnya :
          Kelas A jumlah mahasiswanya     : 50 orang
          Kelas B jumlah mahasiswanya      : 50 orang
Dari masing-masingmasing  kelas diambil 10 orang. Setelah ditest ternyata diperoleh nilai :
Klas A : 60, 40, 35, 25, 10, 40, 65, 70, 60, 40
Klas B : 70, 50, 25, 80, 70, 50, 40, 90, 75, 65

Nilai rata-rata Klas A : 445/10 = 44,5

Nilai rata-rata Klas B : 615/10  = 61,5

Apabila penelitian berhenti sampai dengan angka rata-rata maka pekerjaan itu termasuk dalam pekerjaan statistik deskriptif. Apabila penelitian diteruskan untuk selanjutnya mengambil suatu kesimpulan bahwa klas B lebih pandai daripada klas A maka pekerjaan kita termasuk dalam statistik induktif.

1.4   Populasi dan Sampel
Pada contoh diatas, 50 orang disebut populasi dan 10 orang mahasiswa yang diambil  disebut sampel. Himpunan dari seluruh obyek penalitian, atau totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif daripada karakteristik tertentu yang ingin dipelajari sifat-sifatnya, dinamakan populasi. Adapun sebagian yang diambil dari populasi disebut sampel.
          Sampel yang diambil harus representatif, artinya bisa mewakili seluruh populasi. Oleh karenanya pemilihan sampel harus diusahakan sedemikian rupa sehingga memberikan gambaran seluruh populasi.
          Alasan-alasan   mengapa seseorang didalam mengadakan penelitian lebih baik memberikan gambaran seluruh populasi.
1.     Penghematan biaya
2.    Penghematan waktu
3.    Data yang diperoleh lebih teliti
4.    Populasi anggotanya tidak terhingga
5.    Ada penelitian yang bersifat merusak

1.5   Cara Pemilihan Sampel
Pemilihan sampel dapat dilakukan dengan dua car, yaitu :
1.     Metode Probability Sampling
2.    Metode Non Probability Sampling

1.5.1  Metode Probability Sampling
Adalah metode sampling dimana sample diambil dengan menggunakan pengertian probabilitas. Macam-macamnya antara lain : simple random sample, sysmatic sample, stratified sample, dan cluster sample.
          Pada pembicaraan selanjutnya, kita akan membatasi diri paa pengertian simple random sample atau disingkat san sample. Pembicaraan dengan menggunakan macam sample yang lain dapat dibaca antara lain dari buku sampling Technique oleh Cochran.
          Sample random adalah sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap-tiap unit dl populasinya mempunyai kemungkinan (kesempatan) yang sama untuk terpilih menjadi anggota sample. Cara yang lajim dalam random sample adalah dengan menggunakan tabel bilangan random.
Dengan menggunakan tabel tersebut dapatlah dihilangkan sebelah karena tabel tersebut disusun dengan menggunakan alat-alat yang sama sekali terlepas dari pengaruh-pengaruh subyektif. Cara tersebut diatas dikenal dengan nama random number. Cara yang lebih sederhana adalah dengan lotere atau undian.

1.5.2   Metode Non Probability Sampling
Apabila sas yang diambil tanpa pengertian probability maka metodenya disebut metode Non Probability Sampling. Tidak setiap unit dalam  populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sample. Unit-unit yang dipilih adalah unit-unit yang dipandang dapat mewakili seluruh unit-unit populasi tersebut. Macamnya antara lain : purposive sampling, inci dental sampling dan quota Sampling. Misalnya : seorang field worker ditugaskan untuk mendapatkan sampel sejumlah 5 buah toko di kota Surabaya, maka salah satu metode Non Probabilitay Sampling menganjurkan cukup memilih 5 buah toko yang dekat dengan rumahnya atau toko-toko yang kebetulan dilewati.

1.6. Peranan Statistik dalam Kehidupan Sehari-hari
          Kadang-kadang didalam majalah, surat kabar bulletin sering kita jumpai angka-angka mengenai jumlah produksi, harga barang, biaya hidup, pembiayaan pembangunan, jumlah sekolah, jumlah kecelakaan dan sebagainya. Guna angka- angka  tersebut untuk menjadi bahan keterangan bagi keterangan-keterangan bagi orang-orang yang mempunyai sangkut paut  dengan populasi dari mana data/angka tersebut diperoleh. Misalnya angka produksi, harga barang tingkat hidup sangat diperlukan oleh Pemerintah atau perusahaan sebagai dasar dalam menentukan kebijaksanaan setelah angka-angka tersebut  diolah. Departemen P & K memerlukan angka perkembangan  penduduk untuk mendapat gambaran tentang jumlah gedung sekolah yang harus dibangun. Pihak kepolisian memerlukan angka kejahatan, kecelakaan sebagai bahan untuk pertimbangan-pertimbangan  dalam upaya mencari cara penanggulangan.
          Dari uraian di atas nampaklah bahwa angka-angka statistik tidak hanya untuk dibaca dan diketahui saja, melainkan memerlukan pengolahan lebih lanjut yang hasilnya dapat dipakai sebagai dasar untuk tindakan selanjutnya.

1.7  Perencanaan Statistik dalam Penelitian Ilmiah
          Dalam  penelitian Ilmiah, statistik mempunyai peranan yang sangat penting Statistik menyediakan alat dan cara untuk mencari kembali keterangan-keterangan dalam waktu yang lampau maupun meramalkan keadaan-keadaan yang akan datang.
          Mengingat   peranannya oranga menganggap statistik alat bantu/ ilmu pembantu yaitu-pembantu dalam penelitian ilmiah, sehingga sering disebut juga cabang pengetahuan pembantu.
          Penellitian ilmiah pada dasarnya tiada dari suatu cara yang logis dalam memecahkan suatu dengan melalui beberapa tahap.
Tahapan ini secara umum dapat  dikemukakan sebagai berikut :
1.     Merumuskan Masalah
Pada tahap pertama ini peneliti melihat adanya suatu masalah akan suatu hal, kemudian merumuskannya dalam suatu pertanyaan. Misalnya ; mengapa penjualan bulan ini merosot.
2.     Pengamatan  (Observasi)
Langkah berikutnya, penelitian  mengadakan pengamatan mengenai kejadian-kejadian yang berhubungan dengan masalah tersebut, data mana yang diperlukan dan data mana yang tidak diperlukan. Misalnya ;
-      data mengenai selesman
-      data mengenai mutu barang, dll
Bila  perlu, peneliti harus melakukan studi literatur dari buku yang membahas atau berhubungan dengan masalah tersebut.
3.     Menyusun hipotesa
Dari pengamatan diatas peneliti dapat membuat pernyataan sementara yang diduga paling mungkin untuk menjadi jawaban atas masalah diatas. Singkatnya, hipotesa adalah suatu pernyataan sementara mengenai harga parameter suatu populasi atau populasi-populasi yang masih harus diuji kebenarannya. Misalnya ;
-      salesmannya malas
-      campuran bahan kurang seimbang
-      10% dari bahan A ada dibawah kualitas standart, dll
4.     Pengujian / Verifikasi
Pengujian dilakukan pada hipotesanya. Untuk ini perlu data. Data haruslah dicatat apa seperti adanya, tidak terpengaruh oleh prasangka. Keputusan atau keseimbangan yang diambil haruslah berdasarkan data yang benar dan alat pengolah data yang tepat. Dan  yang paling penting penelitian harus lepas dari harapan dan tidak memihak pada hipotesa. Dalam ilmu eksakta verifikasi dapat  dipercepat dengan mengadakan percobaan-percobaan (eksperimen), sedang dalam ilmu sosial verifikasi dilakukan dengan menunggu waktu.
5.     Menarik kesimpulan dan membuat generalisasi.
Kesimpulan ini harus dapat menjawab apakah hipotesa dapat diterima atau ditolak. Berdasarkan kesimpulan dan hipotesa yang diterima tersebut mungkin dapat sdisusun suatu pernyataan  yang bersifat umum. Bahkan dapat dibuat ramalan-ramalan atau  teori-teori.


BAB III
DISTRIBUSI PROBABILITAS

2.1   Variabel Random
            Untuk memahami variabel bebas random, perhatikan kasus-kasus berikut :
a.       dari keluarga yang akan mempunyai 4 orang anak, misalnya adalah banyaknya anak laki-laki maka nilai-nilai x yang mungkin ialah : 0,1,2,3,4.
b.       Pada panahan dengan bulatan berjari-jari 1 m, permasalahan akan berhenti bila telah mengenai pusat lingkaran. Misalnya : adalah banyaknya kali memanah, maka harga y ialah : 1,2,3,4,5,… dan misalnya z adalah jarak hasil panahan dengan titik pusat, maka harga variabel terletak dalam interval  0< z < 1.
Variabel x,y,z diatas disebut variabel random (random variabel).
Pada (a) banyaknya harga x berhingga.
Pada (b) banyaknya harga y tak terhingga countable.
Kedua variabel diatas dapat dibilang. Variabel random yang demikian disebut : random variabel discrete.
Pada (b) harga-harga Z dapat mencapai semua harga dalam interval [0,1]. Random variabel yang demikian disebut : random variabel continu.
Notasi :
Random variabel ditulis X,Y,Z sedang untuk menunjukan sebarang harga X, dipakai notasi x, jadi ;
      X1,x2,x3 …………………………………
            X1,x2,x3 …………………………………

2.2   Fungsi Probabilitas
            ditentukan variabel random diskrit X dengan harga harga x1,x2,x3 ……. Xn, Fungsi f disebut fungsi probabilitas dengan domain X, jika memenuhi persyaratan :
a.       0 < f (x1) < ; i = 1,2,3, ..., n
b.       p (X = x1) = f (X1)
c.        f (x1) = 1

2.3   Fungsi Density (Fungsi Kepadatan)
            Ditentukan variabel random kontinyu x, dengan harga a < x < b. Fungsi f disebut fungsi density dari x, jika memenuhi :
1.       f (x) > 0
2.       p (x1< x < x2)          =  f (X) dx;x1,x2  [a,b]
3.       p (x1< x < x2)          =  p (x1 < x < x2)
=  p (x1 < x < x2)           
=  p (x1 < x < x2)
4.       f (x) =1
Contoh 2.1 :
1.       Diketahui probabilitas kelahiran bayi laki-laki ialah 1/3. Dari suatu keluarga yang mempunyai 3 orang anak, misalkan x banyaknya anak perempuan, maka tentukanlah :
  1. Distribusi probabilitas dari x
  2. Grafik fungsinya
  3. Distribusi kumulatif dari x
  4. Probabilitas banyaknya anak perempuan kurang dari 2
  5. Harapan kita memperoleh anak perempuan dari keluarga tersebut
Jawaban :

       L = Kejadian lahirnya bayi laki-laki, P ( L ) = 1/3

       P = Kejadian lahirnya bayi perempuan, p (P) = 1-1/3 =2/3,
       P dan L kejadian elsklusif secara bersamaan (anggapan anak yang lahir hanya seorang),
       X = banyaknya anak perempuan, harga –harga x dapat mencapai 0,1,2,3.
       p (x=0)       = p(L) . p(L) . p(L) = (1/3)3 = 1/27 
       p (x-1)        = p(P) . p(L) . p(L) + p(L) . p(P) . p(L) + p(L) . p(L) . P(P)               
                        = 3 . (1/3)2 . 2/3
                        = 3 . 1/9.2/3 = 2/9
                        = 6/27
       p ( x =2 )    = 3 . (3/2)2.1/3
                        = 3 . 4/9 . 1/3 = 4/9
                        = 12/27
       P ( X=3 )    = (2/3)3 = 8/27  

a.       Distribusi probabilitas p(x) dari x
x
f(x) = p(x)
0
1
2
3
1/27
6/27
12/17
8/27
jumlah
1
Grafik fungsi probabilitas








b.       Distribusi Komulatif p(x) dari x
x
 p(x)
0
1
2
3
0
1/27
7/27
15/27
4
27/27
    
c.       Probabilitas banyaknya anak perempuan yang kurang dari dua :
P (x < 2 )         = p ( x = 0 ) + p ( x = 1 )
                       = 1/27 + 2/9
                       = 7/27

d.       E(x)     = p1x1 + p2x2 + p3x3 + p4x4
                             = 0. 1/27 + 1. 6/27 + 2. 12/27 + 3. 8/27
                             = 0 + 6/27 + 24/27 + 24/27
                             = 54/27 = 2      
Ini berarti  bahwa kita mempunyai harapan untuk memperoleh 2 orang anak perempuan dari 3 orang anak yang lahir
Contoh 2.2 :
Seorang pengusaha bioskop ingin mengadakan pelayanan ketepatan waktu terhadap penonton. Lamanya seorang membeli karcis diberikan oleh fungsi :
       F(x) = a.ex ; x = dalam menit (x>0)
       Ditanyakan :
a.       Berapa  harga a agar f fungsi density?
b.       Berapa probabilitas seorang pembeli membutuhkan pelayanan 2 sampai 3 menit
c.       Berapa % pelayanan lebih lama dari 3 menit ?
Jawab :
       x di sini ialah waktu, jadi random variabel continu.
a.       Agar f fungsi density (x> 0), haruslah
                
               
            Jadi a = 1 sehingga f(x) = e-x
b.       p ( 2 < x < 3 ) =   
Ini berarti bahwa, kalau ada 1000 orang pengunjung, hanya ada sekitar 83 orang membutuhkan pelayanan 2 sampai 3 menit.
c.       coba dikerjakan sendiri !
     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar