Minggu, 06 Oktober 2013

Makna Belahan Jiwa yang Utuh


Bismillah...

Pasangan hidup yang sejati bukanlah pasangan hidup yang mempunyai kesamaan dalam segala hal.., Namun pasangan hidup yang sejati adalah pasangan hidup yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi.. Sehingga kekurangan di satu pihak akan terisi oleh kelebihan di pihak yang lain begitu pula sebaliknya..

Jadi pasangan hidup yang sejati bagaikan hati di belah dua., Sesuatu yang kelihatan sama tapi tidak sama karena yang satu ada disebelah kiri dan lainnya ada disebelah kanan... Bila keduanya disatukan jadilah bagaikan hati yang utuh dan sempurna..

Pasangan hidup sejati dapat pula diandaikan bagai sebuah jiwa yang dibagi dua sama sisi... Yang satu dengan yang lain akan disebut sebagai jiwa yang utuh bila keduanya bersatu... Namun bila keduanya terpisah maka jiwa tersebut tidaklah utuh dan selalu merana karena ketidak utuhan tersebut..

Jadi pasangan sejati bukanlah seperti pasangan yang mempunyai belahan hati atau jiwa yang sama sama sebelah kiri dan bukan pula yang sama-sama sebelah kanan.. Karena bila keduanya disatukan akan tetap menjadi hati atau jiwa yang hanya punya sebelah tidak menjadi sesuatu yang utuh dan sempurna...

Bila seseorang sudah merasa sebagai belahan jiwa bagi pasangannya, maka dia akan merasakan apa yang bagian lain rasakan walaupun mereka berada pada jarak yang berjauhan.., Mereka akan berkomunikasi dengan getaran jiwa masing-masing tanpa dapat dimengerti kejadian prosesnya...

Pasangan jiwa yang utuh akan melakukan suatu tarikan antara belahan jiwa yang satu dengan yang lainnya untuk berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasangannya. Pasangan jiwa yang utuh ini adalah pasangan suami istri yang menyatu.., Sehingga kebahagiaan dari suaminya adalah pada saat istrinya merasakan bahagia begitu pula sebaliknya... Karena bila yang satu membuat pasangannya menderita pada dasarnya dia telah membuat dirinya sendiri menderita..., Sebagaimana tangan kanan kita apabila yang sebelah kiri terluka maka tangan yang kanan akan berupaya membantunya agar luka yang ada bisa disembuhkan dengan baik...

Oleh karena itu, perhiasan yang paling istimewa di dunia ini bagi seorang suami adalah mempunyai seorang istri yang menyenangkan batinnya, begitu pula sebaliknya...

Jadi pasangan hidup yang diharapkan adalah pasangan yang dapat membuat kenyaman hatinya saat di rumah dan juga saat di luar rumah.., Secara fitrahnya bila seseorang telah berkeluarga maka imannya akan sempurna, kebahagiaannya akan berlipat dan kedamaiannya akan meresap dalam keluarga tersebut...

Yang perlu kita ketahui bahwa manusia diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta.. Ibadah manusia kepada-Nya dapat dalam berbagai bentuk, salah satu diantaranya adalah saling menyempurnakan pasangan hidupnya...

Bila itu tidak dilakukan maka pada dasarnya seseorang telah menyalahi aturan kehidupan yang sebenarnya, sehingga wajar saja bila batinnya tidak merasakan kebahagiaan yang hakiki..

Bila terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan serta membuat keduanya bertengkar secara terus menerus, berarti disini ada sesuatu yang salah.., Sesuatu yang tidak menempati pada fitrahnya., Karena pertengkaran itu bukanlah sebagai tujuan hidup suatu pernikahan..

Yang terbaik bagi keduanya adalah sama-sama berintropeksi apa yang seharusnya mereka lakukan untuk kesempurnaan pasangannya.., Bukan menuntut kesempurnaan dari pasangannya tanpa menyatukan diri kita dengannya, karena hal itu tidak mungkin tercipta tanpa penyatuan keduanya secara utuh...

==

Perceraian umumnya disebabkan oleh tuntutan dari masing-masing yang mengharuskan pasangannya seperti dirinya.., Padahal belahan jiwa sejati adalah sesuatu yang sama namun tidak sama.., Bila semuanya sama maka tak perlu lagi adanya penyatuan jiwa...

Seorang pasangan hidup yang baik itu antara yang satu dengan yang lainnya akan saling menutupi kekurangannya serta saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan hidupnya...

Ada satu hal yang kadang orang memahaminya setengah-setengah akan hak dan kewajiban masing-masing.., Seorang suami kadang hanya menuntut haknya dengan meminta pelayanan terbaik dari istrinya begitu pula istri selalu menuntut hak akan perhatian dari suaminya...

Padahal hak dan kewajiban ini harus beriring dan seimbang.., Pada saat kita menuntut hak maka pada saat yang bersamaan kitapun dituntut untuk melakukan kewajiban pada pasangan kita., Namun, bila cinta dan kasih sayang sudah meresap pada pasangan hidup masing-masing..

Maka hak dan kewajiban bagaikan sebuah kehidupan yang menghiasi keindahan mereka bersama (^.^*)
 

Beibz-Jelita/

Kamis, 03 Oktober 2013

BACALAH INI SEBELUM ANDA MEMPERMAINKAN WANITA

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... 

"Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).

Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.

Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.

Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.

Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.

Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).

Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.

Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.

Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.

Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).

Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).

Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.

Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.

Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.

Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.

Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.

Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.

"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).

"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).

"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).

"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).

Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.

Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.

"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).

Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.

INGATTTTT!!!
ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu” (QS. Al-Baqarah 2 : 45).

Wallahu’alam bishshawab, ...


Wahai-Calon-ImamkuTakkan-Habis-Ku-Berdoa-Jadi-Kekasih-Halalmu

Yang Baik Akan Mendapatkan Yang Baik

Seburuk-buruk kelakuan seorang lelaki..
Ia tetap akan memilih wanita baik-baik yang akan dijadikan isterinya.

Begitu juga sebaliknya..

Seburuk-buruk kelakuan seorang wanita..
Ia tetap akan berharap lelaki baik-baik yang akan menjadi suaminya.

Sekarang pertanyaannya..

Sudah pantaskah jika seorang lelaki mengharapkan pendamping hidup seperti itu?
Sementara dirinya enggan untuk menjadi lelaki yang baik?

Sudah pantaskah jika seorang wanita mengharapkan pendamping hidup seperti itu?
Sementara dirinya enggan untuk menjadi wanita yang baik?

Bukankah dengan sangat jelas Allah telah memberi peringatan kepada kita?
Bahwa lelaki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik?
Bahwa wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik?
Begitu juga sebaliknya?

Sebuah pertanyaan yang layak untuk kita renungkan.
Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan tindakan nyata.
Dan jawaban yang paling bijak dari pertanyaan tersebut adalah :

Jika kita ingin pasangan hidup yang baik (di mata Allah) maka kita harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang baik.

Setuju...??


Wahai-Calon-ImamkuTakkan-Habis-Ku-Berdoa-Jadi-Kekasih-Halalmu

Rabu, 02 Oktober 2013

Ya Rabb, Kirimkanlah Satu Untukku

Jika Allah mentakdirkan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita SUKAI...
Maka berdoalah suatu hari nanti Allah mengirimkan seseorang yang MENYUKAI kita.

Jika Allah mentakdirkan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita CINTAI,
Maka berdoalah suatu hari nanti Allah mengirimkan seseorang yang MENCINTAI kita.

Jika Allah mentakdirkan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita DAMBAKAN...
Maka berdoalah suatu hari nanti Allah mengirimkan seseorang yang MENDAMBAKAN kita.

Jika Allah mentakdirkan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita RINDUKAN..
Maka berdoalah suatu hari nanti Allah mengirimkan seseorang yang MERINDUKAN kita.

Dan jika Allah mentakdirkan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita SAYANGI..
Maka berdoalah semoga Allah mengirimkan seseorang yang dengan tulusnya MENYAYANGI kita.

Maka bersabarlah,,,
Bukankah urusan jodoh adalah Hak Allah semata? Dan kita hanya sebatas berikhtiar? Dan terus berusaha tanpa mengenal putus asa? Yang pada akhirnya Dia jugalah penentu segalanya.

Semoga kita tetap tersenyum dalam sebuah penantian...InsyaAllah...


Ya-Allah-Ijinkan-Hamba-Menggelar-Sajadah-Bersamanya