Kamis, 29 Mei 2014

Marry My Daddy's Daughter


boy i know you're nervous for being here today

you may not be sure on what you're gonna say


so don't be afraid to take up some of my daddy's time


will you ask for my hand thought I'm my daddy's oldest?


'said I'm your everything and all that i know is


i would be so happy if this ever happens someday


and that'll be the moment you say:


"I'm gonna marry your daughter, make her my wife,

i want her to be the only girl that I'll love for the rest of my life


and give the best of me till the day that i die


I'm gonna marry your princess make her my queen


she'll be the most beautiful bride I've ever seen"


i cant wait to smile, when i walk down the aisle


on the arm of my father


when you say "I will marry your daughter"


together every step since the day that we met

that time i saw you, i will never forget


there was never a moment when you ever treated me bad


so now that we have gone this far


oh bring on the better or worse and till death do us part


so don't you have doubts because this is just the start


just say to my dad with your heart:


"I'm gonna marry your daughter, make her my wife,

i want her to be the only girl that'll love for the rest of my life


and give the best of me til the day that I die


I'm gonna marry your princess make her my queen


she'll be the most beautiful bride I've ever seen"


I cant wait to smile, when i walk down the aisle


on the arm of my father


when you say "I will marry your daughter"


my dad would be happy too,

if he hears this from you


that you'll marry his daughter


make her your wife


letting her be the only girl


that you'll love for the rest of your life


and give her the best you can


till the day that you die


you're gonna marry his princess,


make her your queen


she'll be the most beautiful bride


you've ever seen


i cant wait to smile, when i walk down the aisle


on the arm of my father

when you say,
" i will marry your daughter"



Minggu, 30 Maret 2014

Jika Istrimu Seorang Banker


Mungkin banyak orang berharap teman hidupnya nanti berprofesi sama, atau sejajar dari segi akademis, mungkin bahkan lebih. Katanya, supaya ngobrolnya nyambung, atau setidaknya sepemikiran.Aku, seorang calon banker (insyaallah), tidak berharap itu. Karena ketika berkeluarga nanti, kami akan berbagi kehidupan, bukan berbagi pekerjaan.

Aku sendiri tidak akan menjadi doktor/akuntan di keluargaku nanti, tapi berharap bisa menjadi seorang istri,yang berbakti pada suami, menjadi tulang rusuknya, menjadi tempatnya bersandar ketika lelah, beristirahat, menjadi orang pertama di sampingnya yang menyediakan payung untuknya ketika hujan, tempatnya mengambil energi untuk siap lagi menghadapi tantangan hidup, pendukung utama mimpi-mimpinya, menjadi benang yang terbaik untuk layanganku terbang amat tinggi. Menjadi kuat menopangnya,dan terutama menjadi rumah baginya untuk pulang.

Aku tidak akan menjadi Doktor,dosen / akuntan untuk keluargaku, tapi menjadi seorang ibu, tempat teraman dan nyaman bagi anak-anaknya kelak, madrasah ilmu bagi mereka, lapisan pelindung pertama, orang terdekat tempat mempercayakan tumbuh kembangnya kelak.

Menjadi wanita paling sabar dan kuat, yang siap berada di mana pun keluarganya membutuhkannya. Saat mereka lelah, aku ingin siap berada di depan untuk menarik dan menyemangati mereka,siap berada di belakang untuk mengikuti, siap berada di samping untuk mendampingi.

Mungkin kini, aku terkesan egois dengan mengejar mimpiku setinggi-tingginya. Tapi percayalah, ini hanyalah sebuah jalan untuk menjalankan peran terbaikku di kehidupan, untuk bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Dan percayalah, dalam keluarga aku tetap ingin dipercaya untuk menjadi tulang rusuknya, pelengkap hidupnya dan keluarga kami kelak, menjalankan tugas-tugasku untuk mematuhi dan menghormati suami,mendampingi suami dalam tugas beratnya membawa keluarga kami seutuhnya kesurga-Nya.

Mungkin memang bukan seorang akuntan yang dibutuhkan, tapi aku berharap, aku bisa belajar banyak untuk menjadi seorang yang sabar, kuat, percaya, tulus dan teguh dalam perjalananku menjadi seorang akuntan yang handal, untuk mereka, yang paling membutuhkanku nantinya, keluarga.

Selasa, 21 Januari 2014

Jangan Terbuai oleh Perasaan

Sebagai kaum yang sentiasa dianggap lemah, wanita perlu berjuang dengan kuat untuk dihargai dan dihormati
Wanita, janganlah mudah meminta untuk dikasihani. Wanita yang kuat akan selalu bangkit ketika ada masalah dan tidak bersedih terlalu lama.

Dan dalam menjalankan apa saja aktivitas, wanita hendaklah dengan logik daripada perasaan meskipun pada kenyataan, kita sebagai wanita cenderung menggunakan perasaan dibandingkan logik akal.

Sebenarnya, kita perlu berfikir tentang baik buruknya suatu perkara yang sedang dan akan berlangsung di hidup kita. Bila dikatakan hidup itu rumit, melelahkan, sulit dan sebagainya, perkara ini tidak selalunya benar. Meskipun kadangkala kita mengalami kerumitan dalam hidup yang membuat kita down, namun jika kita berfikir dengan jauh, sebenarnya Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit.

Ada perkara dimana, kita harus berehat sejenak. Menghirup udara segar, sambil memejamkan mata dan menikmati angin berdesir yang akan membuat beban kita seolah – olah terlepas. Ada saja yang membuat perasaan kita gundah gulana, sedih, kecewa, marah dan sebagainya
.

Lebih – lebih lagi bila kejenuhan hati sedang kita rasakan. Banyak orang yang memutuskan untuk “menghilang sejenak”. Wanita memang memerlukan waktu-waktu tertentu untuk kita berehat sejenak. Menghindari dari segala kerumitan yang ada, yang tentu timbul dari sebuah perasaan.

Saya hanya ingin menjalani sesuatu sesederhana mungkin dan tidak ingin dibuai dengan perasaan, kerana saya merasa bahawa kaum wanita kadangkala menjadi mangsa buaian perasaannya. Bukan tidak boleh untuk berangan, tetapi janganlah berlebihan. Kerana sesuatu yang dilakukan secara berlebihan hasilnya belum tentu baik. Betul kan?

Kita harus memiliki standard sendiri untuk memilih perkara yang baik untuk kehidupan kita. Kalau sentiasa mengikuti kata perasaan, tentu yang diperolehi adalah kecewa dan sakit hati yang ada pada diri. Padahal banyak yang dapat kita hargai dari dalam diri kita. Tanpa perlu mendapat penghargaan dari orang lain.

Percayalah bahawa keletihan, kepenatan, kelemahan, kesakitan dan sebagainya akan dapat kita lalui semuanya. Meskipun kadangkala semua itu harus kita lalui terlebih dahulu dengan beruraian air mata. Tak mengapa,bukankah air mata dicipta untuk mengungkapkan sebuah rasa? Kerana tidak hanya bahagia saja yang ada di dunia.

Kita perlu bijak mengawal perasaan kita, berfikiran logik, dan tidak gegabah dalam bertindak. Apabila kita merasa harga diri kita hancur, ada baiknya untuk coba bangkit kembali dan berusaha lebih untuk menghargai diri kita sebelum kita ingin dihargai orang lain.

Jangan kau sia-sia kan waktumu..
Masih ada kesempatan jangan terlalu dibuai oleh perasaan.