KABUPATEN JEMBER
Adapun makna dari lambang
tersebut yaitu:
Daun Perisai, merupakan
lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran.Warna merah melambangkan
keberanian dan ketegasan dalam segala tindakan bagi Aparat Pemerintah Daerah,
sedangkan warna kuning menunjukkan keluhuran,kebijaksanaan dan kemahiran dalam
melaksanakan tugas kewajiban.
Bintang berwarna putih
bersih, melambangkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima berarti
Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah Bangsa Indonesia. Ini merupakan
cermin dari warga masyarakat Kabupaten Jember yang agamis.
Padi dan Kapas,
melambangkan sandang dan pangan,dengan kata lain sebagai gambaran kesuburan
yang melimpah ruah bagi daerah Kabupaten Jember Gambar padi berjumlah 17 butir
dan kapas berjumlah 8 buah, melambangkan saat-saat bersejarah bagi Bangsa
Indonesia melepaskan diri dari penjajahan,yakni 17 Agustus 1945 saat negara
Republik Indonesia diproklamasikan.
Segi lima berwarna putih,
melambangkan Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah negara dan Bangsa
Indonesia khususnya terhadap sila Ketuhanan YME yang senantiasa menjiwainya.
Daun Tembakau, melambangkan
bahwa Kabupaten Jember selain dikenal sebagai gudang pangan juga dikenal
sebagai daerah penghasil komoditi tembakau yang cukup terkenal dan menghasilkan
devisa cukup besar bagi negara disamping komoditi perkebunan lainnya.
Bangunan Gedung Pemda, yang
menggambarkan bahwa Pusat pemerintah di Kabupaten Jember dikendalikan dari gedung
ini.
Sesanti "CARYA
DHARMA PRAJA MUKTI" mempunyai arti berkarya dan mengabdi untuk
kepentingan bangsa dan negara.
Kabupaten
Jember adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang beribukota di Jember. Kabupaten ini
berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di
selatan, dan Kabupaten Lumajang di barat. Kabupaten Jember terdiri
atas 31 kecamatan.
Kota
Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001
istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali
menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Jember merupakan pusat regional di
kawasan timur tapal kuda. Hari jadi Kabupaten Jember diperingati setiap tanggal
1 Januari.
Sejarah
Kabupaten
Jember dibentuk berdasarkan Staatsbland Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 dan
sebagai dasar hukum mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Pemerintah Hindia
Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah
desentralisasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk
Regenschap Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri.
Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah
Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928.
Pemerintah
Regenschap Jember yang semula terbagi dalam tujuh Wilayah Distrik, pada tanggal
1 Januari 1929 sejak berlakunya Staatsbland No. 46/1941 tanggal 1 Maret 1941
Wilayah Distrik dipecah menjadi 25 Onderdistrik, yaitu:
§
Distrik
Jember, meliputi onderdistrik Jember, Wirolegi, dan Arjasa.
§
Distrik
Kalisat, meliputi onderdistrik Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, dan Sukowono.
§
Distrik
Rambipuji, meliputi onderdistrik Rambipuji, Panti, Mangli, dan Jenggawah.
§
Distrik
Mayang, meliputi onderdistrik Mayang, Silo, Mumbulsari, dan Tempurejo.
§
Distrik
Tanggul meliputi onderdistrik Tanggul, Sumberbaru, dan Bangsalsari.
§
Distrik
Puger, meliputi onderdistrik Puger, Kencong Gumukmas, dan Umbulsari.
§
Distrik
Wuluhan, meliputi onderdistrik Wuluhan, Ambulu, dan Balung.
Berdasarkan
Undang Undang No. 12/1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur,
ditetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa
Timur (dengan Perda), antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi
Kabupaten Jember.
Dengan
dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976 tanggal 19 April 1976,
dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai
berikut:
§
Kacamatan
Jember dihapus,
§
Dibentuk
tiga kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates.
§
Kecamatan
Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan
Sukorambi.
Bersamaan
dengan pembentukan Kota Administratif Jember, wilayah Kewedanan Jember bergeser
pula dari Jember ke Arjasa dengan wilayah kerja meliputi Arjasa, Pakusari, dan
Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat. Dengan adanya
perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya, secara
administratif Kabupaten Jember saat itu terbagi menjadi tujuh Wilayah Pembantu
Bupati, satu wilayah Kota Administratif, dan 31 Kecamatan.
Dengan
diberlakukannya Otonomi Daerah sejak 1 Januari 2001 sebagai tuntutan No 22/1999
tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan
penataan kelembagaan dan struktur organisasi, termasuk penghapusan lembaga
Pembantu Bupati yang kini menjadi Kantor Koordinasi Camat. Selanjutnya, dalam
menjalankan roda pemerintah di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten
Jember dibantu empat Kantor Koordinasi Camat, yakni:
§
Kantor
Koordinasi Camat Jember Barat di Tanggul
§
Kantor
Koordinasi Camat Jember Selatan di Balung
§
Kantor
Koordinasi Camat Jember Tengah di Rambipuji
§
Kantor
Koordinasi Camat Jember Timur di Kalisat
Geografi
Jember
memiliki luas 3.293,34 Km2 dengan
ketinggian antara 0 - 3.330 mdpl. Iklim Kabupaten Jember adalah tropis dengan
kisaran suhu antara 23oC - 32oC. Bagian selatan wilayah
Kabupaten Jember adalah dataran rendah dengan titik terluarnya adalah Pulau Barong. Pada
kawasan ini terdapat Taman Nasional Meru Betiri yang berbatasan dengan wilayah
administratif kabupaten
Banyuwangi. Bagian barat laut (berbatasan dengan Kabupaten
Probolinggo adalah pegunungan, bagian dari Pegunungan Iyang, dengan puncaknyaGunung Argopuro (3.088 m). Bagian timur merupakan
bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Ijen. Jember memiliki
beberapa sungai antara lain Sungai Bedadung yang bersumber dari Pegunungan
Iyang di bagian Tengah, Sungai Mayang yang persumber dari Pegunungan Raung di
bagian timur, dan Sungai Bondoyudo yang bersumber dari Pegunungan Semeru di
bagian barat.
Transportasi
§
Stasiun Jember merupakan stasiun terbesar di
Kabupaten ini, dan merupakan pusat dari Daops IX Jember yang mengatur stasiun
dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Di samping
stasiun-stasiun kecil lainnya di Tanggul, Rambipuji, dan Kalisat. Jember
dilintasi jalurkereta api,
yang menghubungkan Jember dengan kota-kota lain di Pulau Jawa,
yaitu Purwokerto, Yogyakarta, Jombang, Surabaya,Probolinggo,
Lumajang, dan Banyuwangi. Di Jember juga terdapat
stasiun-stasiun kecil seperti Bangsalsari, Mangli, Arjasa, Kotok,Ledokombo, Sempolan, Garahan. Stasiun ini
hanya digunakan ketika terjadi persilangan kereta api dan hanya digunakan oleh
kereta api ekonomi seperti Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) dan kereta Pandanwangi (Jember - Banyuwangi). Jalur kereta
api Kalisat-Situbondo kini tidak lagi beroperasi.
§
Terminal
Bus "TAWANG ALUN" merupakan terminal utama yang melayani jalur
Surabaya - Jember - Banyuwangi (lewat Tanggul), Surabaya - Jember - Banyuwangi
(lewat Kencong - Balung dan atau Ambulu) yang juga melewati kota Lumajang.
Terminal ini juga melayani jalur Bus Patas (cepat terbatas) Jember - Yogya,
Jember - Surabaya, Jember - Malang, serta Jember - Denpasar. Untuk jalur Jember
- Bondowoso - Situbondo dilayani oleh Terminal Bus "ARJASA" yang
terletak di Kecamatan Arjasa. Baru-baru ini, di Kecamatan Ambulu yang
terletak di Jember bagian selatan juga dibangun Terminal, yang menyediakan
jalur Ambulu-Jombang-Lumajang-Pasuruan-Surabaya dan Malang. Selain itu terdapat
pula terminal-terminal kecil yang dihubungkan oleh angkutan antar dalam kota
(Lyn) seperti Terminal Ajung, Terminal Pakusari, dan Terminal Tanggul. Bus Kota
dapat ditemui di Kota Jember yang menghubungkan Terminal Tawang Alun - Terminal
Arjasa (Kode Trayek "A" dan "B") dan Terminal Tawang Alun -
Terminal Pakusari (Kode Trayek "D" dan "E"). Jasa taksi
dengan Argometer juga banyak ditemui di Kota ini.
§
Bandara
Notohadinegoro merupakan bandara lokal yang sudah dibuka untuk umum. Bandara
ini melayani penerbangan Jember - Surabaya P.P.
Penduduk
Mayoritas
penduduk Kabupaten Jember terdiri atas Suku Jawa dan Suku Madura, dan
sebagian besar beragama Islam. Selain itu terdapat warga Tionghoa dan Suku Osing. Rata
rata penduduk jember adalah masyarakat pendatang, Suku Madura dominan di Jember
bertempat tinggal di daerah utara dan Suku Jawa bertempat tinggal di daerah
selatan dan pesisir pantai. Bahasa Jawa dan Madura digunakan di banyak tempat,
sehingga umum bagi masyarakat di Jember menguasai dua bahasa daerah tersebut
dan juga saling pengaruh tersebut memunculkan beberapa ungkapan khas
Jember.Percampuran kedua kebudayaan Jawa dan Madura di Kabupaten Jember
melahirkan satu kebudayaan baru yang bernama budaya Pendalungan . Masyarakat Pendalungan di Jember mempunyai karakteristik yang
unik sebagai hasil dari penetrasi kedua budaya tersebut. Kesenian Can Macanan Kaduk merupakan satu hasil budaya masyarakat Pendalungan yang masih bertahan sampai sekarang di
kabupaten Jember. Jember berpenduduk 2.329.929 jiwa (JDA, BPS 2011) dengan
kepadatan rata-rata 707,47 jiwa/km2.
Perekonomian
Dengan
sebagian besar penduduk masih bekerja sebagai petani, perekonomian Jember masih
banyak ditunjang dari sektor pertanian. Di Jember terdapat banyak area
perkebunan, sebagian besar peninggalan Belanda. Perkebunan yang ada dikelola oleh
Perusahaan nasional PTP Nusantara, Tarutama Nusantara (TTN), dan Perusahaan
daerah yaitu PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan). Jember terkenal sebagai salah
satu daerah penghasil tembakau utama
di Indonesia. Tembakau Jember adalah tembakau yang digunakan sebagai lapisan
luar/kulit cerutu. Di pasaran dunia tembakau Jember
sangat dikenal di Brehmen, Jerman dan Belanda.
Pendidikan
Kota
Jember memiliki perguruan tinggi negeri Universitas
Jember, STAIN Jember, dan Politeknik Negeri Jember. Selain itu
terdapat beberapa perguruan tinggi swasta yaitu, Universitas Muhammadiyah
Jember, Universitas Islam Jember, Universitas Moch. Seroedji, STIE Kosgoro,
IKIP PGRI Jember, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember, dan
masih banyak perguruan tinggi lainnya. PPKIA (Pusat Pendidikan Komputer
Indonesia Amerika) salah satu lembaga pendidikan luar sekolah, ada juga PIKMI
(Pusat Pendidkan Program Satu Tahun) yang berbasis komputer, (MAGISTRA UTAMA).
Rupa - Rupa
§
Klub
Sepak Bola Jember Persid (Laskar Macan Sangar) dengan Stadion Notohadinegoro
serta pendukung Persidmania
§
Makanan
khas atau oleh-oleh khas adalah tape dan suwar-suwir.
§
Selain
dikenal sebagai daerah tapal kuda, Jember dikenal juga dengan sebutan daerah 1.000 gumuk atau bukit karena memiliki setidaknya 1.666 bukit
yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Lain - Lain
§
Mulai
bulan Agustus 2007, Jember
mempunyai program tahunan yang disebut dengan Bulan
Berkunjung ke Jember.
§
Terdapat
pula Jember Fashion Carnaval, semacam karnaval
fashion seperti di Rio de Jeneiro Brazil.
§
Figur
publik di bidang Seni dari Jember antara lain: Tattoo (Group
Musik), Alm. Andy Liany (Musisi), Dewi Persik (Pesinetron dan Penyanyi), George Rudy (Aktor), Anang Hermansyah (Musisi), Opick (Musisi), Jack Lesmana (Musisi), dan Sujiwo Tejo(Budayawan),
Pak Raden a.k.a Drs. Suyadi (pencipta tokoh boneka Si Unyil).
§
Figur
publik di bidang Olah Raga antara lain: Muljadi (Bulu Tangkis, Andik Vermansyah
(Pemain Sepak Bola)
§
Tokoh
Lain: Soetjipto Joedodihardjo (Kapolri Periode
09 Mei 1965 - 08 Mei 1968), Drs. Badrodin Haiti (Kapolda Jawa Timur dari 20 Agustus
2010 s.d. Maret 2011), David Wijnveldt (pemain sepak bola amatir Belanda).
Tempat Wisata :
§
Pantai Watu Ulo di terletak sekitar 25 Km dari Kecamatan Ambulu dan pada saat hari-hari libur biasanya
banyak anak-anak muda dan rombongan keluarga yang pergi kesana untuk berlibur,
apalagi saat hari-hari besar dan hari raya. Mereka biasanya pergi ke sana
bersama-sama dengan keluarga mereka masing-masing menggunakan angkutan umum
atau kendaraan pribadi. Pantai Watu Ulo memiliki panorama yang mempesona
menghadap lautan Indonesia dengan deretan batu karang menyerupai ular. [3]
§
Pantai
Tanjung Papuma dengan pesona pasir putihnya dan Wisata Sejarah berupa
peninggalan Gua Jepang. Pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Pasir Putih
Malikan. Dinamakan Papuma karena pantai ini berpasir putih dengan hamparan
batu-batu yang bila diterjang ombak lalu saling terberai membalik. [4] Pantai papuma adalah pantai yang
sangat eksotik bila dibandingkan dengan pantai pantai yang ada di Jawa Timur,
karena memiliki keindahan pantai dan laut yang menawan dengan pantai yang hijau
kebiruan menjadikan tempat wisata ini banyak dikunjungi baik dari warga Jember
sendiri juga dari kabupaten lain.
§
Pantai
Puger yang terletak 15 Km dari Kecamatan Ambulu. Tempat wisata ini juga banyak
dikunjungi oleh banyak orang dan paling banyak adalah anak-anak muda untuh
menghibur diri. Pantai Puger juga menjadi surga bagi orang yang suka memancing.
Di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan
hasil tangkapan nelayan. Di sekitar Pantai Puger juga terdapat Cagar Alam Puger
Watangan dengan pesona sumber air Kucur. Pantai Puger juga merupakan gerbang
keluar menuju Cagar Alam Pulau Nusa Barong.
§
Pantai
Paseban di daerah Kencong. Di pantai ini wisatawan dapat menikmati mandi laut
mengingat ombaknya yang tenang dan landai nan teratur sehingga tidak
membahayakan.
§
Pantai
Bandealit di wilayah Taman Nasional Meru Betiri yang secara administratif masuk
kedalam wilayah Kecamatan Tempurejo.
Pantai ini berdekatan dengai Pantai Sukamade yang merupakan tempat penetasan
telur penyu.
§
Pemandian
Patemon yang berada di wilayah Kecamatan Tanggul.
Di pemandian Patemon udaranya sangat sejuk karena terletak di daerah pegunungan
dan air yang mengalir di pemandian tersebut adalah air yang berasal dari sumber
mata air pegunungan, jadi airnya sangat dingin. Pada hari-hari libur khususnya
hari Minggu dan hari libur nasional banyak orang berkunjung, mulai dari
anak-anak, anak muda, sampai pada orang tua. Pemandian ini menjadi semakin
menarik dengan ditambahnya satu kolam renang baru dan wahana waterboom. Selain
itu tempat-tempat yang ada di sekitar kolam renang telah diperbaiki sehingga
semakin menarik untuk dikunjungi.
§
Pemandian
Rembangan yang terletak di salah satu puncak gunung, memiliki daya tarik
pemandangan, pemandian, hotel, dan wisata agro berupa perkebunan kopi milik PTP
Nusantara XII dan peternakan sapi perah, di mana Anda bisa melihat proses
pemerahan susu sapi dan membeli susu sapi segar literan. Di Rembangan, Anda
bisa melihat kota Jember & sekitarnya dari atas. Dan, pada waktu malam,
pemandangan lampu kota sangat mengesankan. Di sini suhunya sangat sejuk &
udaranya sangat bersih & segar; sangat baik untuk tubuh Anda.
§
Air
Terjun Tancak yang terletak di Perkebunan Gunung Pasang - Kecamatan Panti.
§
Air
Terjun Antrokan di wilayah Kecamatan Tanggul.
§
Air
Terjun Sumberjambe-Rowosari.
§
Wisata
Loko di lahan PG Semboro yang menawarkan keindahan pemandangan alam perkebunan
tebu, jeruk, rambutan dan salak yang berada di sepanjang perjalanan selama 3
jam dengan menggunakan lokomotif uap.
§
Wisata
Lori di daerah Garahan yang menyajikan dua buah terowongan Kereta Api (90 m dan
970 m) yang merupakan terowongan Kereta Api terpanjang di Indonesia. Selain itu
wisatawan juga dapat menikmati wisata agro Gunung Gumitir.
§
Taman
Botani di wilayah Kecamatan Sukorambi yang mulai dibuka tahun 2007.
§
Niagara
Water park [Ambulu, Jember]
§
Dira
I Swalayan, Fashion and Swiming Pool. [Ambulu, Jember]
§
Surya
Tirta, Fitnes Centre and Swimming Pool. [Ambulu, Jember]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar