Apa kabar calon imamku disebrang sana?
semoga Allah selalu mendekapmu dengan rahmat-Nya,dan tak henti menghujanimu dengan cinta-Nya ...
Apa kabar hati? apa kabar iman? dimanakah iman itu? surutkah? atau ia tengah bersembunyi dan tak kita temukan ...
ataukah tak bersisa ?
semoga Allah senantiasa menumbuhkannya dihati kita dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang memeliharanya
dengarlah sayang, saat kutuliskan surat ini aku hanyalah seorang hamba yang dho'if yang entah layakkah aku menyebut diriku sebagai hamba-Nya
kita hanyalah debu-debu kotor yang dapat habis tersapu angin ...
siapakah perduli pada debu-debu kotor itu ...
Kekasihku,jika kita tau seberapa luaskah jagad raya ini
maka sadarlah kita betapa kecilnya diri kita ...
Jika kita tau seberapa kuatnya penguasa jagad raya ini
sadarlah kita betapa lemahnya diri kita
Wahai lelakiku ...
tahukah engkau titah-Nya dalam surat cinta untuk hamba-Nya itu?
tentulah engkau tahu ...
kata-kata dalam lembaran suci itu adalah titah ...
sebagaimana saat ia berkata pada setiap wanita untuk menutup dirinya
maka kututup diriku agar Allah ridho padaku ...
itulah mengapa aku ingin engkau selalu memelihara pandanganmu ...
Bukankah inginmu miliki tulang rusuk yang sholeha?
demikianpun aku ...
inginku aku adalah bagian dari tulang rusuk seorang yang sholeh ...
yang menjadikan Allah sebagai sandaran hidup-Nya ...
yang menjadikan malam-malamnya sebagai perjumpaan dengan kekasih sejati-Nya
saat orang lain terlelap ia tengah tertunduk diatas sajadahnya
menengadahkan tangan menghimpun doa ...
Suatu hari nanti kita akan berjumpa
dalam kehendak-Nya
bukan dengan mahkota atau gaun indah
tapi dengan sebuah ikatan yang menghimpun kita dalam kecintaan-Nya
Percayalah,akupun amat dambakan perjumpaan itu
sebagaimana Siti Hawa merindukan Nabi Adam saat terpisah oleh kehendak-Nya
dengan kehendak-Nya mereka terpisah
maka dengan kehendak-Nya pulalah mereka dipertemukan
Maka berjuanglah sayang ...
perbanyak perbekalan untuk perjalanan yang melelahkan ini
aku percaya bilapun kita tak berjumpa didunia
Allah akan pertemukan kita disana
disisi-Nya dengan keindahan tak terkira
Jumat, 02 November 2012
Carilah Calon Suami yang Tampan Akhlaknya
Janganmencari calon suami yang tampan wajahnya..
Janganmencari calon suami yang banyak hartanya..
Jangan pula mencari calon suami yang selalu diperebutkan para wanita..
Akan tetapi carilah seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya..
Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya..
Yang bisa memuliakan kaum wanita..
Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinmu..
Yang dapat membimbingmu untuk semakin dekat kepada-Nya..
Yang dapat menuntunmu ke jalan yang diridhai-Nya..
Yang bisa mengingatkanmu ketika engkau telah lalai dalam melaksanakan dan menjalankan kewajiban-Nya..
Yang bisa menyadarkanmu ketika engkau telah berbuat khilaf..
Yang bisa meluruskan kesalahanmu dengan penuh kelembutan..
Yang bisa menegumu ketika engkau telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya..
Yang bisa memaafkanmu dengan penuh keikhlasan jika engkau telah menjadi seorang isteri yang kufur..
Ketika engkau salah bukannya dia marah..
Ketika engkau khilaf bukannya dia memvonis..
Ketika engkau kufur bukannya dia meninggalkan..
Tapi sebaliknya,dia pantang menyerah untuk selalu membimbingmu, menuntunmu,mengajarimu.Untuk kembali ke jalan yang benar..
Insya ALLAH mereka adalah wanita yg tengah membaca tulisan ini mendapatkannya..
Jangan pula mencari calon suami yang selalu diperebutkan para wanita..
Akan tetapi carilah seorang calon suami yang benar-benar halus tutur katanya..
Yang begitu mulia budi pekerti dan tampan akhlaknya..
Yang bisa memuliakan kaum wanita..
Yang benar-benar telah siap menjadi pemimpinmu..
Yang dapat membimbingmu untuk semakin dekat kepada-Nya..
Yang dapat menuntunmu ke jalan yang diridhai-Nya..
Yang bisa mengingatkanmu ketika engkau telah lalai dalam melaksanakan dan menjalankan kewajiban-Nya..
Yang bisa menyadarkanmu ketika engkau telah berbuat khilaf..
Yang bisa meluruskan kesalahanmu dengan penuh kelembutan..
Yang bisa menegumu ketika engkau telah berpaling pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang isteri yang wajib taat pada suami dan Rabb-Nya..
Yang bisa memaafkanmu dengan penuh keikhlasan jika engkau telah menjadi seorang isteri yang kufur..
Ketika engkau salah bukannya dia marah..
Ketika engkau khilaf bukannya dia memvonis..
Ketika engkau kufur bukannya dia meninggalkan..
Tapi sebaliknya,dia pantang menyerah untuk selalu membimbingmu, menuntunmu,mengajarimu.Untuk kembali ke jalan yang benar..
Insya ALLAH mereka adalah wanita yg tengah membaca tulisan ini mendapatkannya..
Langganan:
Postingan (Atom)