Kamis, 11 Oktober 2012

Manajer dan Kegiatannya


BAB I
PENDAHULUAN

Ketika kita berbicara organisasi,  maka kita juga akan berbicara tentang manajemen. Setiap organisasi tidak akan  pernah lepas dengan kata “manajemen”. Bahkan terdapat pepatah “gagal merencanakan berartimerencanakan kegagalan.”. organisasi yang besar tanpa adanya manajemen yang baik, maka organisasi tersebut tidak akan bertahan lama. Manajemen sangat diperlukan terutama bagi perusahaan bisnis.  Manajemen adalah suatu keterampilan kreatif, yang tidak semua orang bisa melakukannya walaupun mereka kita sebut sebagai manajer. Karena kata manajer bukan hanya nama suatu kedudukan tapi sebuah sifat. Keterampilan manajemen bukanlah seperti sebuah kapsul yang ditelan oleh seorang manajer pada sore hari, dan kemudian ia berubah menjadi seorang menajer yang berhasil di pagi esok harinya, namun ia adalah pengalaman, praktik, dan ilmu pengetahuan yang dibentuk oleh orang yang menggeluti jalan ini.

















BAB II
RUMUSAN MASALAH

Dengan latar belakang yang disebutkan  diatas maka penulisingin mengetahui:
1.      Apa pengertian manager dan kebutuhan
2.      Apa sajakah  peran  manager dan bagaimanamengembagkannya?
3.      Apa saja kegiatan manager?
























BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Pengertian  Manager dan Kebutuhan Akan Manajemen
Redy Hendra Gunawan (2008). Pada saat manajemen menjadi pusat utama bagi kerja individu ataupun kelompok, maka kita dapat lihat bahwa kinerja lembaga-lembaga yang ada, belum dekat dengan ciri dan prinsip manajemen itu. Manajemen penting artinya bagi suatu organisasi maupun individu di dalamnya, karena melalui menajemen, organisasi/individu bisa mengetahui bagaimana mengatur kehidupan masa depannya, juga mengetahui tempat ia meminjakkan kakinya dan dimensi pandangannya.

Manajemen merupakan salah satu jaminan yang paling kuat untuk menyelesaikan kewajiban kewajiban dan mendapatkan hasil-hasil baru sesuai dengan proses yang teratur. Dan manajemen adalah cara untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban, sebagai ganti dari tidak mengerjakn sesuatu dan menundanya pada waktu yang lain.
Manusia tidak dapat hidup dengan baik tanpa keberadaan organisasi-organisasi tersebut. Dapat dikatakan juga bahwa secara elementer, organisasi tidak akan bekerja atau bergerak sendiri tanpa adanya orang-orang yang bertanggung jawab terhadap hal itu, yang biasa disebut manajer. Orang-orang inilah yang membuat rancangan terhadap organisasi mereka, mengatur sistem kerjanya, dan melakukan pengawasan terhadap yang dilakukannya.
Manajemen bagaikan sebuah hati dalam tubuh manusia, dimana hati bertanggung jawab untuk menyalurkan darah yang dibutuhkan tubuh, untuk menjaganya agar tetap hidup.

a.         Pengertian Manajemen
       James A.F. Stoner, et al. (1996)  Manajemen adalah kebiasaanyang dilakukan secara sadar dan terus menerus dalam bentuk organisasi.

Chuck William (2001) manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melaluiorang lain. Manajemen yang baik adalah bekerja melalui orang lain untukmenyelesaikantugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi seefisien mungkin.
Secara tradisional,pekerjaan seorang manajer telah diuraikan menurut fungsimanajemen klasik, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan (planning, organizing, leading, and controlling).

b.        Proses Manajemen
       Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari pelbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

Semua gagasan itu didasarkan pada pra-anggapan yang menghendaki pembagian proses kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan. Proses-proses itu berulangkali dinyatakan sebagai "langkah-langkah dasar manajemen", batu-batu fondasi manajemen.
1.    Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
2.    Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran bersama.
3.    Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja, serta pemecahan masalah. Sementara itu
4.    Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.
c.         Sarana Manajemen
Man dan machine, dua sarana manajemen.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

3.2       Peran Manager dan Pengembangannya

a.    Peran manajer

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok yang pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.
3 peranan utama ini kemudian olehnya diperinci menjadi 10 peranan. Manajer atas, tengah dan bawah melakukan ini. Peranan-peranan itu antara lain:
1. Peranan hubungan antarapribadi (Interpersonal Role)
Bagaimana seorang manajer berhubungan dengan orang lain. Peranan ini dibagi 3 peranan:
a. Peranan sebagai Figurehead, yakni suatu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya di dalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal. Peranan ini sangat dasar dan sederhana, maka manajer dianggap sebagai symbol dan berkewajiban untuk melaksanakan serangkaian tugas-tugas.
b. Peranan sebagai pemimpin (leader)
c. Peranan sebagai pejabat perantara (liaison manager),
2. Peranan yang berhubungan dengan informasi (Informational Role)
Bagaimana seorang manajer menukar dan memproses informasi. Peranan ini terdiri dari peranan-peranan:
a. Sebagai monitor
b. Sebagai disseminator (penyebar informasi)
c. Sebagai juru bicara (spokesman)
3. Peranan pembuat keputusan (Decisional Role)
Ada 4 peranan manajer yang dikelompok ke dalam pembuatan keputusan berikut:
a. Peranan sebagai entrepreneur
b. Peranan sebagai penghalau gangguan (disturbance handler)
c. Peranan sebagai pembagi sumber (resource allocator)
d. Peranan sebagai negoisator.




a.    Keterampilan Manajer

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/89/Keterampilan_manajemen.jpg/220px-Keterampilan_manajemen.jpg





 

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.[14] Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1.        Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2.        Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.        Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
1.    Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
2.    Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
            Berdasarkan pengertian itu Hutton lalu menganggap bahwa tiga point berikut perlu digarisbawahi dalam penyelenggaraan program pengembangan dan pendidikan manajemen.
Pertama, para manajer perlu dianjurkan untuk memonitor — melalui berbagai media massa — berbagai peristiwa dunia secara teratur, dan me-mahami maknanya dalam kaitan dengan profesi mereka
;
Kedua, dan ini yang sulit, adalah mengumpulkan bersama-sama para manajer dari latar belakang yang berbeda, sekaligus berusaha mendorong untuk berpikir luas tentang perkembangan internasional, dan mengam-bil manfaat dari aktivitas-aktivitas yang dilakukannya. Untuk membuat program-program pengembangan yang seimbang di antara manajer tingkat menengah dan senior juga sulit, apabila tanpa perhatian yang seksama terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia internasional;
Ketiga, keliru apabila kita berpikir bahwa hanya ada batas yang sederhana antara topik-topik internasional — yang barangkali menjadi perhatian utama kalangan businessman, dengan pemikiran yang berkembang di kalangan diplomat dan militer.
Pokoknya, para manajer perlu melihat perubahan dalam dunia internasional dengan seksama, seperti: mengapa hal itu terjadi, apa akibatnya, bagaimana kecenderungannya terhadap penduduk di masa mendatang, dan seterusnya. Masalah lain yang juga penting, dan karena itu tak boleh diabaikan, adalah sekuriti, perdagangan internasional, perkem¬bangan teknologi di masa mendatang, peranan negara-negara industri yang baru muncul, suplai dan pasar energi di masa mendatang, dan sebagainya.

3.3       Kegiatan Manager
a.     Tingkatan Manajer dan Tanggung Jawabnya
Menurut tingkatannya, manajer dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Top Manajer (Manajer puncak)
Top manager bertanggung jawab terhadap perusahaan secara keseluruhan. Tugas mereka adalah menetapkan tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan secara umum, yang kemudian akan diterjemahkan lebih spesifik oleh manajer di bawahnya. Contoh dari tugas-tugas Top manajer adalah membuat kebijakan mengenai rencana perluasan pasar (expantion), kebijakan mengenai kesejahteraan karyawan dan menetapkan besarnya penjualan yang dicapai.
2. Middle manajer (Manajer madya)
Tugas Middle manager adalah mengawasi beberapa unit kerja dan menerapkan rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang lebih tinggi. Selanjutnya mereka melaporkan hasil pekerjaannya kepadaTop manager. Contohnya adalah kepala klinik suatu rumah sakit, dekan pada suatu universitas, manajer divisi. Posisi Middle manager berada di antara top manager dan lower manager.
3. First-line manager (Manajer bawah)
Merupakan tingkatan yang paling bawah dalam suatu organisasi, yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Sebutan lain untuk jabatan ini, antara lain supervisor, kepala departemen, dan mandor (foreman). Mereka bertanggung jawab atas satu unit kerja dan diharapkan mampu menyelesaikan tugas dengan tujuan jangka pendek yang sesuai dengan rencana top manager dan middle manager.

b.    Beberapa Pendekatan Tentang Manajer
1. Pendekatan Tingkatan dan Tugas-Tugas Manajer
Tingkat manajer yang terdapat dalam suatu perusahaan dikelompokkan atas 3 kelompok, yaituTop manager (manajer puncak), Middle manager (manajer menengah), dan lower manager (manajer terendah).
Pada dasarnya tugas-tugas manajer pada semua tingkatan itu sama dalam proses manajemen, yakni membenahi semua fungsi manajemen dengan baik, supaya tujuan optimal dapat dicapai.
2. Pendekatan Luas Peekrjaan Manajer
Luas pekerjaan manajer meliputi masalah “internal dan eksternal” perusahaan yang dipimpinnya. Masalah internal perusahaan harus dibenahi dengan baik, supaya semua potensi perusahaan lebih berdaya gunad an berhasil guna dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Masalah eksternal perusahaan harus diperhitungkan, diamati dan dimplikasikan mengenai kondisi-kondisi yang mendukung dan menghambat tercapainya tujuan perusahaan, seperti tingkat persaingan, peraturan pemerintah, situasi perekonomian nasional dan internasional.
Semakin tinggi kedudukan seorang manajer maka skop tugasnya akan semakin luas (internal dan eksternal), sebaliknya manajer yang kedudukannnya lebih rendah skop tugasnya lebih banyak untuk membenahi tugas-tugas internal perusahaan. Manajer adalah intisari manajemen dan titik sentral dari semua aktifitas yang akan dikerjakan dalam memncapai tujuan.
3. Pendekatan Sifat Kerja Manajer
Kerja adalah sejumlah aktivitas fisik dan pikiran yang dilakukan seseorang dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan seseorang harus mengorbankan daya fisik dan daya pikirnya supaya iad apat mengerjakan tugas-tugasnya. Kerja daya fisik hasilnya konkret, sedang kerja daya pikir (mental) hasilnya abstrak. Sifat kerja manajer dibedakan atas “kerja fisik dan kerja pikir”. Manajer dalam suatu perusahaan dikelompokkan atas tiga tingkatan yaitu top manager, middle manager dan lower manager.
4. Pendekatan Sifat-Sifat Seorang Manajer
Sifat-sifat manajer/pemimpin yang akan berhasil dalam tugasnya ditentukan dengan 2 cara:
a. Cara Deduktif
Menurut cara ini sifat-sifat dan cirimanajer ditentukan berdasarkan hasil analisis jabatan (job analysis).Karena dengan analisis jabatan akan diketahui tugas-tugas dan tanggung jawab (job description) dan kualifikasi-kualifikasi dari manajer yang akan menjabat jabatan tersebut. Cara ini disebut cara deduktif, karena dengan penganalisisan jabatan itu dapat direduksi factor-faktor yang secara logis dapat memudahkan fungsi-fungsi manajer dengan hasil baik.
b. Cara Induktif
Menurut cara ini sifat dan ciri-ciri manajer ditentukan dengan mencari sifat dan ciri-ciri khusus sejumlah manajer yang telah sukses. Sifat dan ciri-ciri khsus para manajer yang sukses inilah yang kemudian dijadikan sifat dan ciri-ciri bagi seorang manajer. Cara induktif ini akan memungkinkan mamnajer berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Penentuan sifat dan kualifikasi-kualifikasi manajer sangat membantu untuk memilih manajer/pemimpin yang baik. 

c.         Yang Dikerjakan oleh Para Manajer
·      Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain
·      Manajer bertanggung jawab dan bertanggung gugat
·      Manajer menjelaskan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas
·      Manajer harus berfikir secara analitis dan konseptual
·      Manajer adalah penengah
·      Manajer adalah politikus
·      Manajer adalah diplomat
·      Manajer merupakan symbol
·      Manajer mengambil keputusan yang sukar
Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:
1.    Pembagian kerja (Division of work)
2.    Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
3.    Disiplin (Discipline)
4.    Kesatuan perintah (Unity of command)
5.    Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
6.    Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
7.    Penggajian pegawai
8.    Pemusatan (Centralization)
9.    Hirarki (tingkatan)
10.                        Ketertiban (Order)
11.                        Keadilan dan kejujuran
12.                        Stabilitas kondisi karyawan
13.                        Prakarsa (Inisiative)
14.                        Semangat kesatuan, semangat korps

d.        Etika manajerial

Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin:[4]
·       Perilaku terhadap karyawan
·       Perilaku terhadap organisasi
·       Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar